Rabu, 15 Juli 2026 Lucky Hakim menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat kecelakaan maut yang terjadi di Indramayu. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para korban, khususnya anak-anak yang kini harus menghadapi masa depan tanpa pendampingan orang tua.
Menurut Lucky, perhatian terhadap anak-anak yang terdampak tragedi seperti ini tidak boleh berhenti setelah proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Ia menilai mereka membutuhkan pendampingan jangka panjang, baik dari sisi pendidikan, kebutuhan hidup, maupun dukungan emosional.
Lucky mengungkapkan bahwa dirinya siap terlibat lebih jauh apabila memang diperlukan dan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak.
Selain menyampaikan niat untuk membantu, Lucky juga mengajak berbagai pihak agar bersama-sama memberikan perhatian kepada keluarga korban. Menurutnya, dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga akan sangat membantu proses pemulihan mereka.
Ia berharap anak-anak yang terdampak tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan yang aman. Baginya, masa depan mereka harus menjadi prioritas agar tidak kehilangan kesempatan meraih cita-cita akibat musibah yang terjadi.
Di sisi lain, Lucky menekankan pentingnya proses pendampingan psikologis bagi anak-anak yang kehilangan orang tua. Trauma akibat peristiwa tersebut dinilai membutuhkan penanganan yang serius agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Pernyataan Lucky mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang menilai kepedulian terhadap korban merupakan langkah yang patut diapresiasi. Meski demikian, seluruh proses terkait pengasuhan maupun bantuan kepada anak tetap harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Melalui komitmen tersebut, Lucky berharap kehadiran banyak pihak dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang menjadi korban tidak langsung dari tragedi tersebut. Ia menegaskan bahwa kepedulian bersama menjadi kunci untuk membantu mereka menata kembali kehidupan di masa depan.