Tianjin, 27 Agustus 2026 – Timnas voli putri Indonesia berhasil memastikan tiket ke babak perempat final AVC Women’s Continental 2026 setelah menundukkan Australia dengan skor telak 3-0. Kemenangan tersebut disambut rasa syukur oleh manajer tim, Luciana Taroreh, yang menilai para pemain mampu menunjukkan semangat juang dan kerja sama dengan baik.
Pertandingan melawan Australia berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, Rabu (26/8/2026). Indonesia tampil dominan dan mengamankan kemenangan melalui tiga set dengan skor 25-18, 25-17, dan 25-21. Hasil tersebut menjadi kemenangan kedua Indonesia dalam fase Grup B sekaligus memastikan langkah Garuda Pertiwi menuju fase gugur.
Luciana menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Menurutnya, hasil positif tersebut merupakan buah dari kerja sama seluruh anggota tim yang mampu menjalankan permainan dengan disiplin. Lolos ke perempat final juga menjadi target awal yang berhasil diwujudkan oleh skuad asuhan pelatih Marcos Sugiyama.
Kemenangan atas Australia sekaligus menjadi respons positif setelah Indonesia sebelumnya mengalami kekalahan dari Thailand. Pada pertandingan kedua fase grup, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-3. Sebelumnya, Garuda Pertiwi membuka kiprah di turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Kazakhstan.
Menghadapi Australia, Indonesia langsung bermain agresif sejak set pertama. Serangan yang efektif membuat Indonesia mampu mengendalikan permainan dan menutup set pembuka dengan keunggulan 25-18. Australia sempat memberikan perlawanan pada set kedua, tetapi Indonesia kembali mampu menjaga konsistensi hingga mengamankan kemenangan 25-17.
Pada set ketiga, persaingan berlangsung lebih terbuka. Australia berusaha memperpanjang pertandingan dengan memberikan tekanan kepada Indonesia. Namun, para pemain Indonesia mampu menjaga fokus dan kembali menciptakan keunggulan pada fase akhir set. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 25-21 sekaligus menutup pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.
Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi dua kemenangan dari tiga pertandingan fase grup. Performa tersebut cukup untuk mengantarkan tim ke babak perempat final AVC Women’s Continental 2026. Capaian ini menjadi modal penting bagi para pemain untuk menghadapi lawan yang lebih berat pada fase gugur.
Tantangan berikutnya adalah Iran. Tim dari Asia Barat tersebut memiliki kualitas dan pengalaman yang dinilai menjadi ujian serius bagi Indonesia. Luciana menyadari pertandingan perempat final tidak akan mudah sehingga persiapan harus dilakukan secara maksimal.
Menurut Luciana, salah satu kunci yang harus dijaga Indonesia adalah konsistensi permainan. Para pemain juga diminta meminimalkan unforced errors atau kesalahan sendiri. Stabilitas permainan, kedisiplinan, serta konsentrasi sepanjang pertandingan dinilai dapat membantu Indonesia memberikan perlawanan terbaik kepada Iran.
Dari sisi mental, keberhasilan melewati fase grup juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi para pemain. Setelah merasakan kemenangan dan kekalahan dalam tiga pertandingan, tim memiliki gambaran mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum memasuki fase gugur. Pengalaman tersebut diharapkan membantu Indonesia tampil lebih matang ketika menghadapi Iran.
Perjalanan Indonesia di AVC Women’s Continental 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya. Persaingan dengan tim-tim Asia memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Manajer tim berharap perjuangan Indonesia tidak berhenti di perempat final. Para pemain akan berusaha mempertahankan semangat yang telah ditunjukkan saat menghadapi Australia dan membawa momentum tersebut ke pertandingan berikutnya. Meski Iran memiliki pengalaman lebih baik, Indonesia tetap bertekad memberikan penampilan maksimal.
Dengan kemenangan 3-0 atas Australia, Timnas voli putri Indonesia kini resmi berada di fase gugur AVC Women’s Continental 2026. Rasa syukur Luciana Taroreh menjadi gambaran apresiasi terhadap perjuangan para pemain yang berhasil memenuhi target awal. Selanjutnya, konsistensi dan kemampuan mengurangi kesalahan akan menjadi modal penting Garuda Pertiwi saat menghadapi Iran demi membuka peluang melangkah ke semifinal.