Jakarta, 9 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan penghargaan besar bagi atlet Indonesia yang mampu meraih medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Bonus bagi peraih emas disebut dapat mencapai Rp3 miliar, meningkat signifikan dibandingkan penghargaan yang diberikan kepada atlet berprestasi pada SEA Games 2025. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan apresiasi kepada atlet yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Pemerintah memandang perjuangan atlet di Asian Games memiliki tingkat persaingan yang jauh lebih tinggi karena menghadapi kekuatan olahraga terbaik dari seluruh Asia. Meski bonus menjadi bentuk penghargaan, para atlet tetap diminta menempatkan prestasi dan kehormatan Merah Putih sebagai motivasi utama ketika bertanding.
Komitmen memberikan penghargaan lebih tinggi sebelumnya telah disampaikan Prabowo ketika menerima atlet Indonesia yang berprestasi pada SEA Games ke-33 Thailand. Saat itu, pemerintah memberikan bonus Rp1 miliar kepada atlet tunggal yang berhasil mendapatkan medali emas. Prabowo kemudian menyinggung Asian Games sebagai level kompetisi yang lebih tinggi sehingga penghargaan bagi atlet juga selayaknya meningkat. Kepala Negara bahkan meminta pemerintah melakukan perhitungan mengenai besaran insentif yang dapat diberikan. Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet tidak berhenti setelah sebuah kompetisi selesai.
Pada SEA Games 2025, pemerintah menggelontorkan total bonus sekitar Rp465,25 miliar kepada atlet dan pelatih Indonesia. Atlet tunggal peraih emas mendapatkan Rp1 miliar, sedangkan peraih perak menerima Rp315 juta dan perunggu Rp157,5 juta. Untuk nomor ganda, atlet peraih emas memperoleh Rp800 juta, sementara atlet beregu peraih emas menerima Rp500 juta. Pelatih juga mendapatkan penghargaan dengan perhitungan tersendiri berdasarkan prestasi atlet yang mereka tangani. Skema tersebut menjadi salah satu pemberian bonus terbesar yang pernah diterima kontingen Indonesia setelah mengikuti SEA Games.
Prabowo menilai penghargaan finansial kepada atlet bukan sekadar pembayaran atas medali yang berhasil diperoleh. Bonus tersebut diharapkan dapat menjadi tabungan masa depan setelah atlet menghabiskan waktu bertahun-tahun menjalani latihan dan kompetisi. Seorang atlet elite harus mengorbankan banyak waktu sejak usia muda untuk berlatih, menjaga kondisi fisik, menjalani pola hidup disiplin, serta menghadapi risiko cedera. Karena itu, negara dinilai perlu memberikan penghargaan yang sepadan ketika mereka mampu menghasilkan prestasi internasional. Pemerintah juga mendorong penerima bonus menggunakan dana tersebut secara produktif untuk kebutuhan jangka panjang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya telah memastikan bahwa atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali dari Asian Games 2026 akan memperoleh bonus dari pemerintah. Namun, Erick meminta para atlet tidak menjadikan besaran bonus sebagai tekanan tambahan menjelang pertandingan. Fokus utama kontingen tetap diarahkan pada persiapan, kondisi fisik, mental bertanding, dan strategi menghadapi lawan. Pemerintah ingin atlet memasuki arena dengan motivasi membawa nama Indonesia, bukan semata-mata mengejar penghargaan finansial. Bonus akan menjadi bentuk apresiasi setelah perjuangan tersebut menghasilkan prestasi.
Indonesia mengirimkan sekitar 430 atlet dari 35 cabang olahraga untuk mengikuti Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya. Sebagian atlet telah lebih dahulu berada di luar negeri untuk menjalani pemusatan latihan maupun persiapan khusus menjelang kompetisi. Cabang olahraga seperti bola basket dan wushu termasuk yang melakukan persiapan di luar negeri, sementara atlet dari cabang lainnya diberangkatkan secara bertahap. Kontingen Indonesia secara resmi dilepas Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada Rabu, 9 September 2026. Pemerintah berharap persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir dapat diterjemahkan menjadi prestasi ketika pertandingan dimulai.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga awal Oktober. Indonesia menghadapi tantangan berat karena harus bersaing dengan negara-negara yang memiliki kekuatan olahraga besar seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Iran, dan sejumlah negara Asia lainnya. Persaingan pada level tersebut jauh lebih ketat dibandingkan SEA Games yang hanya mempertemukan negara-negara Asia Tenggara. Perbedaan tingkat kompetisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap persiapan atlet. Setiap medali emas di Asian Games dinilai memiliki nilai strategis terhadap posisi Indonesia dalam olahraga Asia.
Pemerintah bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga menetapkan target empat medali emas bagi kontingen Indonesia. Target tersebut mengalami penyesuaian dari perhitungan awal tujuh emas karena tiga nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali Indonesia tidak dipertandingkan pada edisi kali ini. Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi beberapa cabang yang diharapkan mampu memberikan kontribusi medali emas. Pemerintah juga melihat terdapat cabang lain yang memiliki peluang meningkatkan target dari medali perak menjadi emas. Meski target telah ditentukan, setiap atlet diminta berusaha menghasilkan pencapaian terbaik tanpa terbebani ekspektasi berlebihan.
Dukungan pemerintah terhadap Asian Games tidak hanya diberikan melalui bonus. Anggaran pemusatan latihan nasional untuk persiapan Asian Games 2026 telah meningkat menjadi Rp222 miliar setelah pemerintah memberikan tambahan pendanaan sebesar Rp95 miliar. Sebelumnya anggaran sempat berada di angka Rp81 miliar sebelum dilakukan penyesuaian menjadi Rp127 miliar. Tambahan tersebut diberikan agar cabang olahraga dapat menjalankan persiapan secara maksimal menjelang keberangkatan ke Jepang. Di luar anggaran pelatnas, sekitar Rp61 miliar juga disiapkan untuk kebutuhan pengiriman kontingen Indonesia.
Pemerintah ingin dukungan terhadap atlet dikembangkan menjadi sistem pembinaan jangka panjang dan tidak hanya diberikan beberapa bulan menjelang kompetisi besar. Program pelatnas mulai diarahkan secara berjenjang untuk SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Bahkan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 telah mulai mendapatkan dukungan anggaran sejak 2026. Pendekatan jangka panjang tersebut diharapkan memberikan waktu lebih besar bagi atlet untuk mencapai performa terbaik. Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran agar dana pembinaan benar-benar sampai kepada atlet dan cabang olahraga.
Selain penghargaan finansial, pemerintah memberikan perhatian terhadap kemampuan atlet mengelola bonus yang mereka terima. Program literasi keuangan sebelumnya diberikan kepada ratusan atlet dan pelatih setelah SEA Games agar dana penghargaan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif. Pendekatan serupa dapat menjadi penting apabila atlet Asian Games menerima bonus dalam jumlah yang jauh lebih besar. Prabowo berulang kali mengingatkan atlet agar menggunakan penghargaan tersebut untuk masa depan, keluarga, pendidikan, tempat tinggal, maupun investasi yang memberikan manfaat jangka panjang. Dengan dukungan persiapan dan penghargaan yang semakin besar, pemerintah berharap kontingen Indonesia mampu tampil maksimal di Aichi-Nagoya dan membawa pulang prestasi terbaik bagi Merah Putih.