Jakarta, 19 Mei 2026 – Serangan kelompok bersenjata kembali mengguncang Nigeria setelah sebuah sekolah diserang dan sedikitnya 46 anak serta guru dilaporkan diculik. Insiden tersebut terjadi di wilayah bagian utara Nigeria yang selama beberapa tahun terakhir sering menghadapi aksi penculikan massal oleh kelompok bandit bersenjata. Aparat keamanan setempat langsung meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan setelah menerima laporan mengenai serangan yang memicu kepanikan besar di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Menurut laporan otoritas lokal, kelompok bersenjata datang ke area sekolah pada malam atau dini hari sebelum membawa puluhan korban menggunakan kendaraan menuju lokasi yang belum diketahui. Para pelaku disebut melepaskan tembakan untuk menakuti warga dan memaksa para siswa serta guru mengikuti mereka. Serangan itu menambah panjang daftar kasus penculikan massal di Nigeria yang kerap menyasar sekolah sebagai target karena dianggap mudah ditekan untuk memperoleh uang tebusan maupun tujuan lainnya.
Wilayah utara Nigeria memang selama bertahun-tahun menghadapi masalah keamanan serius akibat aktivitas kelompok bandit, milisi bersenjata, dan jaringan ekstremis. Sekolah sering menjadi sasaran karena banyak berada di daerah terpencil dengan pengamanan terbatas. Dalam beberapa kasus sebelumnya, ratusan siswa pernah diculik dan baru dibebaskan setelah proses negosiasi panjang maupun operasi keamanan. Situasi ini menimbulkan ketakutan besar di kalangan masyarakat dan berdampak pada akses pendidikan anak-anak di daerah rawan konflik.
Pemerintah Nigeria terus mendapat tekanan untuk memperkuat keamanan di wilayah utara dan mencegah terulangnya penculikan massal. Aparat keamanan kini meningkatkan patroli dan operasi pengejaran terhadap kelompok pelaku yang diduga beroperasi di kawasan hutan dan pedalaman. Namun para pengamat menilai tantangan keamanan di Nigeria sangat kompleks karena luasnya wilayah, keterbatasan pengawasan, serta kuatnya jaringan kelompok bersenjata di beberapa daerah.
Kasus penculikan puluhan anak dan guru ini kembali memicu keprihatinan internasional terhadap situasi keamanan dan perlindungan anak di Nigeria. Banyak organisasi kemanusiaan mendesak pemerintah mempercepat upaya penyelamatan korban dan memastikan keselamatan mereka. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap dunia pendidikan, masyarakat internasional berharap langkah penanganan yang lebih kuat dapat dilakukan agar sekolah tidak lagi menjadi target kekerasan bersenjata di negara tersebut.