Solo, 2 Oktober 2026 – Sebanyak 480 siswa dan siswi sekolah dasar mengikuti MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026 yang digelar di GOR FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (1/10/2026). Peserta berasal dari kelas 1 hingga 3 di 16 SD di Kota Solo. Festival tersebut dikemas melalui permainan interaktif untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap olahraga bulu tangkis sejak usia dini. Kegiatan digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dengan dukungan Pengprov PBSI Jawa Tengah.
Solo menjadi kota ketiga dalam rangkaian Festival SenengMinton 2026 setelah Purwokerto pada April dan Magelang pada September. Program tersebut dirancang sebagai tahap awal pembinaan dengan membawa pengenalan bulu tangkis langsung kepada anak-anak di lingkungan sekolah dasar. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menilai pengalaman yang menyenangkan ketika pertama kali mengenal olahraga dapat menjadi fondasi tumbuhnya minat anak. Dari ketertarikan tersebut, peserta diharapkan terdorong untuk terus bermain dan mengembangkan kemampuan ke tahap berikutnya.
Festival menggunakan sistem individu dengan pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat pada masing-masing kategori. Peserta menghadapi permainan keterampilan yang dirancang untuk mengasah kemampuan motorik, koordinasi, kelincahan, sekaligus memperkenalkan teknik dasar bulu tangkis. Untuk kelas 3, terdapat lima tantangan berupa Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target, dan Zig Zag Run. Sementara peserta kelas 1 dan 2 menjalani rangkaian yang disesuaikan dengan kelompok usia mereka.
Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf menilai pendekatan melalui sekolah dapat membantu memperluas pencarian calon atlet sejak usia dini. Anak yang menunjukkan minat dan potensi dapat diarahkan untuk bergabung dengan klub sehingga memperoleh pembinaan yang lebih terstruktur. Menurutnya, proses regenerasi tidak cukup hanya mengandalkan pencarian pemain melalui klub, tetapi perlu menjangkau anak-anak langsung dari tingkat sekolah. Festival ini menjadi salah satu pintu awal untuk memperbesar basis pemain muda bulu tangkis di Jawa Tengah.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Arsyaka Kalandra Kurniawan dari SDN Mojosongo 5 Surakarta. Ia menjadi peserta tercepat kategori Kelas 3 Putra dengan catatan waktu 49,56 detik. Pencapaian tersebut melanjutkan prestasinya pada penyelenggaraan sebelumnya ketika masih berada di kelas 2 dan berhasil menjadi juara kategori putra. Arsyaka diketahui telah bergabung dengan PB Tangkis Jaya dan memiliki keinginan untuk terus berkembang hingga menjadi atlet nasional.
Antusiasme terhadap Festival SenengMinton di Solo juga terlihat dari keberlanjutan penyelenggaraannya. Dalam dua tahun pelaksanaan di kota tersebut, sekitar 960 siswa telah mendapatkan pengalaman mengenal dan memainkan bulu tangkis melalui konsep festival. Guru PJOK SDN Panularan Surakarta Hendri Ahmad Ukasah menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menyalurkan minat dan mengenali bakat mereka. Sejumlah peserta bahkan kemudian tertarik mendalami bulu tangkis dengan bergabung ke klub.
Setelah Solo, rangkaian Festival SenengMinton 2026 akan berlanjut ke kota lain di Jawa Tengah. Penyelenggara berharap pendekatan yang menyenangkan dapat membuat lebih banyak anak tertarik mengenal bulu tangkis tanpa terlebih dahulu terbebani orientasi prestasi. Anak-anak yang menunjukkan kemampuan dan minat kemudian dapat memperoleh jalur pembinaan lebih lanjut melalui klub. Program tersebut diharapkan ikut memperluas proses regenerasi agar Indonesia terus memiliki bibit pemain yang dapat dikembangkan menuju level kompetitif.