Jakarta, 1 September 2026 – Jorge Martin harus puas mengakhiri MotoGP Aragon 2026 di posisi kelima setelah sempat menunjukkan start yang menjanjikan. Pembalap Aprilia Racing tersebut sebenarnya langsung melesat ke posisi kedua pada awal balapan utama di MotorLand Aragon. Namun, posisi itu tidak mampu dipertahankan karena Martin kemudian disalip Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Alex Marquez secara bertahap. Hasil tersebut membuat Martin dua kali finis kelima sepanjang akhir pekan Aragon setelah sebelumnya juga meraih posisi yang sama pada Sprint Race. Padahal, pada seri sebelumnya di Silverstone, Martin tampil sangat kuat dengan mengamankan hasil 1-2.
Masalah utama yang membuat Martin kesulitan bersaing ternyata bukan kesalahan besar atau insiden di lintasan, melainkan kurangnya daya cengkeram atau grip pada motor Aprilia RS-GP26 miliknya. Martin mengaku kondisi tersebut membuat dirinya tidak dapat mengeluarkan potensi terbaik motor sepanjang akhir pekan. Bahkan, ia sudah menyadari sejak sesi latihan bahwa kecepatannya tidak cukup untuk bertarung memperebutkan podium. Dibandingkan dengan penampilannya di Silverstone, Martin merasa situasi di Aragon sangat berbeda karena motor tidak memberikan rasa percaya diri yang sama ketika digunakan untuk melaju cepat.
Persoalan grip tersebut juga membuat Martin kesulitan ketika harus mengikuti ritme pembalap di barisan depan. Setelah start bagus dan berada di posisi kedua, Martin kemudian tidak mampu mempertahankan kecepatan ketika Marc Marquez mulai memberikan tekanan. Acosta juga memiliki pace yang lebih baik sehingga berhasil melewati Martin dan membuatnya turun ke posisi keempat. Tidak lama kemudian, Alex Marquez ikut menyalip sehingga Martin akhirnya berada di posisi kelima dan harus bertahan dari tekanan pembalap di belakang. Hasil akhir menunjukkan Martin finis 12,572 detik di belakang Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang GP Aragon.
Martin sebenarnya sempat menunjukkan bahwa dirinya memiliki kecepatan yang cukup pada bagian tertentu dalam balapan. Pada awal perlombaan, pembalap bernomor 89 tersebut mampu menempatkan dirinya di antara para kandidat podium dan bahkan sempat mencatat lap tercepat ketika berusaha mendekati pembalap di depannya. Namun, performa tersebut tidak dapat dipertahankan secara konsisten karena keterbatasan grip menjadi persoalan sepanjang jarak balapan. Situasi ini membuat Martin harus mengubah pendekatan dan tidak mengambil risiko berlebihan hanya demi mengejar podium. Ia memilih mengamankan posisi kelima karena tetap mendapatkan poin penting untuk mempertahankan keunggulan di klasemen.
Hasil di Aragon memang menjadi penurunan dibandingkan performa Martin di Silverstone, tetapi belum menjadi pukulan besar terhadap peluangnya merebut gelar juara dunia. Setelah balapan Aragon, Martin masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan 19 poin atas Marc Marquez dan 24 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Marc Marquez berhasil memangkas jarak berkat kemenangan pada Sprint Race dan Grand Prix, sedangkan Bezzecchi juga mengamankan podium di posisi ketiga. Dengan demikian, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 semakin ketat menjelang seri berikutnya di Misano.
Martin sendiri tidak menganggap hasil tersebut sebagai sebuah bencana. Ia menilai finis kelima merupakan hasil maksimal yang dapat diperoleh dengan kondisi motor yang dihadapinya di Aragon. Pembalap asal Spanyol itu juga menyebut dirinya sempat berharap bisa bertarung lebih dekat dengan barisan depan setelah mendapatkan hasil positif di Silverstone. Namun, sejak Jumat ia sudah melihat bahwa kecepatan Aprilia miliknya tidak cukup untuk mengejar podium. Karena itu, Martin memilih mengambil poin yang tersedia daripada memaksakan diri dan berpotensi mengalami kecelakaan yang dapat merugikan posisi klasemennya.
Kini perhatian Martin dan Aprilia beralih ke MotoGP Misano. Tim tentu memiliki pekerjaan untuk memahami mengapa masalah grip begitu terasa di Aragon dan mencari solusi agar performa motor kembali kompetitif. Martin membutuhkan motor yang lebih konsisten agar dapat menghadapi tekanan Marc Marquez dan Bezzecchi dalam perebutan gelar. Aragon menunjukkan bahwa keunggulan Martin di klasemen belum sepenuhnya aman karena dua rival terdekatnya mampu memangkas selisih poin. Jika persoalan grip dapat diperbaiki, Martin masih memiliki peluang besar untuk kembali bertarung di barisan terdepan pada seri-seri berikutnya.