Jakarta, 22 September 2026 – Rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 resmi ditutup dengan menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perubahan sektor energi. Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai tantangan energi, inovasi teknologi, hingga kebutuhan transisi menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan anak muda dinilai semakin penting karena mereka akan menjadi bagian dari sumber daya manusia yang menentukan arah industri energi Indonesia. Melalui kegiatan kampus, mahasiswa juga didorong menyampaikan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan di masa mendatang. Penutupan PGTC sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan edukasi yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sepanjang pelaksanaannya, PGTC 2026 menghadirkan diskusi mengenai perkembangan industri energi dan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Mahasiswa mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan praktisi, akademisi, serta pihak yang berkecimpung dalam sektor energi. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kebutuhan energi saat ini, tetapi juga perubahan yang akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang. Transformasi teknologi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta upaya menekan emisi menjadi bagian penting dari diskusi. Generasi muda diharapkan memahami bahwa perubahan sektor energi membutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu.
Peran mahasiswa dinilai tidak hanya terbatas sebagai penerima informasi mengenai transformasi energi. Mereka juga memiliki kesempatan untuk menjadi pencipta teknologi, pengembang usaha, peneliti, hingga pembuat inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri. Kemampuan mengembangkan gagasan baru menjadi semakin penting ketika sektor energi menghadapi tuntutan efisiensi dan keberlanjutan. Perguruan tinggi dapat menjadi tempat lahirnya berbagai solusi sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri karena itu menjadi salah satu unsur yang terus didorong.
PGTC 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan kompleksitas menjaga ketahanan energi nasional kepada kalangan mahasiswa. Indonesia masih membutuhkan pasokan energi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, aktivitas industri, transportasi, dan kebutuhan masyarakat. Pada saat bersamaan, transformasi menuju energi yang lebih bersih terus menjadi bagian dari agenda jangka panjang. Kedua kebutuhan tersebut harus dijalankan secara seimbang agar transisi tidak mengganggu ketersediaan energi. Generasi muda diharapkan mampu memahami tantangan tersebut sebelum terlibat langsung dalam dunia profesional.
Perkembangan digitalisasi juga membuka ruang semakin besar bagi anak muda untuk berkontribusi dalam sektor energi. Teknologi seperti kecerdasan buatan, analisis data, otomatisasi, dan sistem digital dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan energi. Mahasiswa dengan latar belakang teknologi informasi, teknik, ekonomi, lingkungan, maupun bidang lainnya memiliki peluang mengambil bagian dalam transformasi tersebut. Inovasi lintas disiplin menjadi semakin dibutuhkan karena persoalan energi tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang keahlian. Kondisi ini sekaligus membuka berbagai peluang profesi baru bagi generasi muda.
Selain kemampuan teknis, mahasiswa didorong memiliki pemahaman mengenai keberlanjutan dan dampak lingkungan dari setiap kegiatan energi. Transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, serta lingkungan secara bersamaan. Kesadaran tersebut penting agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan manfaat komersial, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Kampus memiliki posisi strategis untuk membangun pola pikir tersebut sejak mahasiswa masih berada dalam tahap pendidikan. Penguatan kompetensi generasi muda menjadi investasi penting untuk menghadapi perubahan industri.
Berakhirnya PGTC 2026 diharapkan tidak menghentikan keterlibatan mahasiswa dalam pembahasan mengenai masa depan energi Indonesia. Gagasan yang muncul selama rangkaian kegiatan dapat dikembangkan melalui penelitian, kompetisi inovasi, kegiatan kewirausahaan, maupun kolaborasi dengan industri. Generasi muda akan menghadapi kondisi sektor energi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya karena perubahan teknologi berlangsung semakin cepat. Kemampuan beradaptasi dan menciptakan solusi menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Melalui keterlibatan yang semakin luas, anak muda diharapkan mengambil peran nyata dalam membangun sistem energi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.